Top Advertisement

Menkominfo: Operator Perang Harga, Kualitas Dikorbankan

SIM Card

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Indonesia memiliki terlalu banyak operator telekomunikasi. Idealnya cukup empat saja. Sebab, banyak pemain, terjadi perang harga. Alhasil, kualitas dikorbankan.

“Sekarang terlalu banyak pemainnya. Masalahnya mereka berlomba-lomba tapi perang harga, yang dikorbankan adalah kualitas,” kata Menkominfo.

Berbicara di acara Kompasiana TV, Rudiantara membayangkan jika di Tanah Air hanya ada empat operator maka kualitas layanan telekomunikasi yang diberikan akan jauh lebih baik. Saat ini, di Indonesia ada tujuh operator yakni Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Hutchinson Tri, Telkom, Smartfren, dan Esia.

Di satu sisi dengan banyaknya jumlah itu memberikan keleluasaan dan banyak pilihan bagi pengguna jaringan. Di sisi lain, terjadi kompetisi para operator yang ia concern pada perang harga dan potensi mengorbankan kualitas jaringan.

“Sekarang ada tujuh operatornya, saya bermimpi sih maksimal empat,” lanjut Rudiantara.

Menkominfo sendiri mewacanakan konsolidasi untuk menuju perampingan. Niatan tersebut ia utarakan saat ditanya mengenai rencana tersebut usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPR/MPR Ri bersama Komisi 1 DPR beberapa waktu lalu.

Di RDP tersebut, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Muhammad Budi Setiawan mengatakan pendapat senada. Konsolidasi perlu didorong. Ia mencontohkan kasus seperti XL dengan Axis.

“Kalau nanti (frekuensi yang digunakan operator) sudah tertata rapi, sudah berdampingan, sudah rapi dua-duanya, selanjutnya adalah bagaimana kalau kalau kawin?” Budi mengilustrasikan.

“Perkawinan” XL dan Axis adalah soal konsolidasi kedua operator telekomunikasi pasca penataan jaringan 3G beberapa waktu lalu. Sementara saat ini Kemenkominfo sedang mengupayakan penataan kanal frekuensi 1.800 MHz yang akan digunakan untuk 4G.

0 Response to "Menkominfo: Operator Perang Harga, Kualitas Dikorbankan"

Posting Komentar