Google memutuskan untuk tidak memperbaiki aspek keamanan di layanan browser di Android lawas termasuk Jelly Bean. Padahal, jumlah perangkat yang “bernyawa” OS lawas itu mencapai 61 persen. Jika dihitung maka angkanya berjumlah sekitar 1 miliar perangkat. Mengapa Google terkesan cuek?
“Untuk selalu memperbarui peranti lunak adalah salah satu tantangan terbesar di dalam aspek sekuritas,” terang pemimpin teknisi keamanan Android di Google, Adrian Ludwig.
Keputusan ini kabarnya membuat gusar para pakar keamanan. Mereka cemas mengenai kemampuan peretas yang bisa merajalela menyerang perangkat. Salah satu versi Android yang ditengarai miliki celah keamanan cukup serius adalah Jelly Bean.
Celah tersebut pertama kali ditemukan oleh pakar keamanan asal Pakistan, Rafay Baloch. Sementara update ke KitKat baru mencapai 39,1 persen. Untuk Lollipop, angkanya masing kurang dari satu persen. Penghentian dukungan ini bisa dikatakan pengguna Android lawas rentan perihal keamanan.
Celakanya, Google seakan memilih diam dan menyerahkan semuah celah keamanan kepada masing-masing produsen ponsel. Langkah ini tentu saja menua kritik pedas dari para pakar keamanan, salah satunya Tod Beardsley.
“Sayangnya, ini adalah kabar bagus untuk para pelaku kriminal,” katanya.
Dilanjutkannya, masalah ini cukup serius sebab tidak semua produsen ponsel sudi melakukan pembaruan secara rutin. Diamnya Google juga ditengarai sebagai aksi mereka yang “memaksa” user Android lawas untuk beralih.
0 Response to "1 Miliar Perangkat Android Terancam Bahaya, Google Cuek"
Posting Komentar